Terjadi Di Menit Awal

Tidak hanya sampai disitu saja tapi Gianluigi Buffon juag kembali memenangkan penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik yang berlaga di Serie A Italia pad atahun dua ribu dua belas, lalu dua ribu empat belas sampai dua ribu enam belas. Sebagai salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa dan juga pada generasinya, tidaklah mengherankan apabila Gianluigi Buffon mampu mendapatkan raihan cemerlang seperti ini terlebih lagi gawangnya juga dikawal oleh trio bek maut yang terdiri dari Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan juga Leonardi Bonucci.

Gianluigi Buffon berhasil memenangkan medali perunggu bersama tim nasional Italia pada pergelaran piala konfederasi FIFA tahun dua ribu tiga belas silam, dimana pada babak semifinal Gli Azzuri harus tunduk dari Spanyol melalui babak adu pinalti. Ajang tendangan berita bola tersebut berakhir dengan skor akhir tujuh enam dan kedua kiper baik Gianluigi Buffon maupun Iker Casillas di Spanyol sama – sama tidak mampu menghalau si kulit bundar tapi tendangan Leonardo Bonucci meleset sehingga membuat negaranya harus tersingkir dan memperebutkan tempat ketiga.

Berikutnya, Gianluigi Buffon juga sempat memenangkan penghargaan sebagai pemain sepakbola terbaik versi UEFA untuk level klub berita bola dunia ditahun dua ribu dua hingga dua ribu tiga. Kala itu, Gianluigi Buffon adalah satu – satunya penjaga gawang yang pernah memenangkan penghargaan yang satu ini. Bahkan sampai sekarang pun tidak ada lagi kiper yang mampu menggondol trofi tersebut baik Manuel Neuer maupun Iker Casillas. Raihan ini membuktikan seberapa hebat seorang Gianluigi Buffon mampu memenangkan penghargaan yang tidak pernah dimenangkan oleh rekan seposisinya tersebut sepakbola antarklub eropa.

Selanjutnya, Gianluigi Buffon juga mampu mengantarkan Juventus menjadi juara pergelaran piala Supercoppa Italiana edisi dua ribu tiga belas. Kala itu, Juventus berhasil mengalahkan lawan mereka Lazio dengan skor yang spektakuler yaitu empat kosong tanpa balas berkat jasa Paul Pogba, Giorgio Chiellini, Stefan Lichtsteiner, dan Carlos Tevez. Ini adalah gelar Supercoppa Italiana Juventus untuk yang kedua secara beruntun dan keenam secara keseluruhan, menyamai rekor yang telah dipegang oleh AC Milan sebelumnya dan mereka tidak kejebolan berkat peranan dari penjaga gawang dengan tinggi badan seratus sembilan puluh satu sentimeter tersebut.

Gianluigi Buffon juga mampu mengantarkan Juventus menjuarai piala Coppa Italia musim dua ribu empat belas hingga dua ribu lima belas, dan ini merupakan gelar mereka yang kesepuluh dalam turnamen berita sepak bola indonesia tersebut. Di partai final, Juventus berhasil mengalahkan Lazio dengan skor akhir dua satu setelah bermain dengan skor imbang satu sama pada dua kali babak normal. Dimenit ke sembilan puluh tujuh, salah satu punggawa Juventus bernama Matri akhirnya mampu memecah kebuntuan setelah sebelumnya kedua gol yang diciptakan masing – masing tim terjadi di menit awal.