Konyol Dan Seperti Sebuah Lelucon

Pada akhirnya, Robin van Persie mengakhiri liga primer inggris musim dua ribu sepuluh hingga dua ribu sebelas tersebut dengan hanya kurang dua buah gol saja dari dua orang top skorer alias pencetak gol terbanyak yang memiliki torehan gol yang sama, yakni Carlos Tevez pemain Argentina yang membela Manchester United dan Dimitar Berbatov, asal Bulgaria yang saat itu masih membela Manchester United. Perlu diketahui disini bahwa Robin van Persie mengalami cedera pada paruh musim pertama namun ia tetap bisa bersaing dalam perburuan penghargaan sepatu emas atau golden shoe liga primer inggris misi sulit atletico hadapi roma di wanda metropolitano.

Akan tetapi walaupun Robin van Persie menampilkan kemampuan mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau secara luar biasa hingga mencetak rekor baru seperti itu, klub yang ia bela yakni Arsenal harus bertekuk lutut pada partai melawan Bolton Wanderers tersebut dengan skot akhir tipis dua satu. Kekalahan ini juga sekaligus memupuskan asa The Gunners untuk memenangkan gelar juara liga primer Inggris setelah sekian tahun lamanya mereka tidak mampu memenangkannya. Namun setidaknya tidak seperti Liverpool yang sudah tidak pernah lagi menjuarai kancah domestik sejak tahun 1990 berita bola dunia.

Mantan pelatih yang pernah mengasuh Robin van Persie di Feyenoord, Bert van Marwijk pernah melontarkan pujiannya terhadap mantan anak asuhnya tersebut. Ia mengatakan bahwa pemain sepakbola yang lahir tanggal enam bulan Agustus tahun seribu sembilan ratus delapan puluh tiga tersebut merupakan seorang pesepakbola yang mengagumkan karena Robin van Persie tidak membutuhkan waktu yang lama maupun ruang gerak yang besar untuk menjadi seorang penyerang berita bola yang berbahaya. Walaupun  keduanya pernah terlibat pertengkaran hebat, namun nampaknya Bert van Marwijk tetap mengakui kemampuan punggawa Arsenal ini ke dalam gawang setan merah.

Kemudian pada pertandingan terakhir dimusim sepakbola tahun dua ribu sepuluh hingga dua ribu sebelas dan diadakan dikandang lawan yakni Fulham, Robin van Persie lagi – lagi berhasil mencetak sebuah gol dan raihan ini membuat namanya mampu memperpanjang rekor sebelumnya menjadi sembilan pertandingan tandang berturut – turut serta menambah pundi – pundi golnya dimusim tersebut menjadi total delapan belas buah torehan gol. Jumlah ini juga merupakan rekor pribadi Robin van Persie alias raihan terbanyak yang dicetaknya sejak ia mulai bermain sepakbola dari kecil dulu berita sepak bola indonesia.

Selanjutnya setelah pertandingan yang dimenangkan oleh Barcelona tersebut berakhir, Robin van Persie mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh wasit Massimo Busacca dengan mengganjar dirinya dengan kartu kuning kedua tersebut sebagai sesuatu yang konyol dan seperti sebuah lelucon. Pemain sepakbola yang pernah membela Feyenoord di Belanda ini mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mendengar suara peluit karena adanya suara dari sembilan puluh lima ribu orang lainnya yang memadati stadion Camp Nou. Respon Robin van Persie ini memang masuk akal dan Massimo Busacca tidak memberikan komentarnya terkait keputusan dirinya.