Berjuluk La Vecchia Signora

Satu tahun selanjutnya alias pada musim pertandingan sepakbola Ligue 1 Perancis tahun dua ribu tiga belas hingga dua ribu empat belas, Zlatan Ibrahimovic lagi – lagi menjadi top skorer alias pencetak gol terbanyak kompetisi negara menara Eiffel tersebut dengan raihan gol yang agak menurun dibandingkan musim sebelumnya, yakni hanya mampu menelurkan dua puluh enam buah gol saja. Akan tetapi prestasi ini juga sangat spektakuler karena ini adalah musim kedua berturut – turut seorang Zlatan Ibrahimovic membuktikan dirinya sebagai penyerang tersubur setelah kedatangannya.

Selanjutnya ketiga, Zlatan Ibrahimovic adalah satu diantara dua orang pesepakbola selain Cristiano Ronaldo yang mampu menggetarkan jala gawang pada setiap menit di pertandingan sepakbola sepanjang karir mereka mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau. Tentu saja ini bukan berarti mereka mampu mencetak sembilan puluh gol dalam satu pertandingan berita sepak bola indonesia, namun jika diakumulasikan pencapaian dan usaha keduanya dalam mengoyak jala gawang lawan, maka sungguh spektakuler sekali rekor ini dan semakin membuktikan ketajaman mereka berdua sebagai penyerang.

Berselang satu tahun, atau lebih tepatnya tahun dua ribu lima belas hingga dua ribu enam belas yang merupakan musim terakhirnya bersama dengan Paris Saint Germain, Zlatan Ibrahimovic kembali mencatatkan namanya sebagai top skorer alias pencetak gol terbanyak Ligue 1 Perancis dengan total raihan gol yang luar biasa, tiga puluh delapan buah sekaligus membawa Paris Saint Germain menjuarai liga tersebut. Pada musim sebelumnya, penghargaan berita bola ini harus direbut oleh Alexandre Lacazette, punggawa Olympique Lyon dengan torehan dua puluh tujuh buah gol ke dalam gawang lawan kapten tim nasional swedia.

Kemudian ada penghargaan lain lagi yang diterima oleh Zlatan Ibrahimovic, ialah namanya yang masuk ke dalam susunan tim terbaik liga Eropa UEFA musim pertandingan tahun dua ribu enam belas hingga dua ribu tujuh belas dimana ia menempati posisi penyerang bersama dengan beberapa penyerang kelas dunia lainnya yang bermain di kasta kedua liga Champions ini. Zlatan Ibrahimovic juga membantu Manchester United menjuarai trofi ini untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah karena sebelumnya Sang Setan Merah tidak pernah terlempar dari empat besar klasemen akhir.

Berikutnya tidak ketinggalan, Zlatan Ibrahimovic juga pernah mencetak gol pada Derby d’Italia yang mempertemukan Juventus melawan Inter Milan. Zlatan Ibrahimovic sendiri pernah membela kedua belah tim berita bola dunia tapi pemain sepakbola yang memiliki tinggi badan seratus sembilan puluh lima sentimeter ini baru bisa menggoyang gawang lawan saat ia membela Inter Milan setelah kepindahannya dari Juventus setelah skandal Calciopoli alias pengaturan skor dilakukan oleh klub yang berjuluk La Vecchia Signora alias si Nyonya Tua itu karena ia merasa malu akan perbuatan mantan klubnya.